Kabar mengejutkan mengguncang dunia gaming dengan pengumuman pengunduran diri Sarah Bond Xbox, Presiden Xbox, setelah hampir satu dekade berkarya untuk merek konsol tersebut. Pengunduran diri ini terjadi di tengah gelombang perubahan besar dalam tim gaming Microsoft, termasuk keputusan Phil Spencer pensiun dari jabatannya sebagai CEO Microsoft Gaming dan promosi Asha Sharma sebagai penggantinya. Pergolakan ini menandai era baru dalam kepemimpinan Xbox baru, memicu berbagai spekulasi di kalangan penggemar dan analis industri. Berita mengenai perubahan signifikan ini pertama kali dilaporkan secara eksklusif oleh IGN, sebagaimana dikutip dari IGN.com.

Pengunduran Diri Sarah Bond Xbox
Kabar mengenai pengunduran diri Sarah Bond Xbox datang sebagai kejutan, mengingat ia telah lama dianggap sebagai calon penerus CEO Microsoft Gaming sebelumnya, Phil Spencer. Namun, posisi tersebut kini diisi oleh Asha Sharma, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Produk CoreAI Microsoft. Bond, yang telah mengabdi di merek Xbox selama hampir satu dekade, membuat keputusan untuk mundur di tengah restrukturisasi kepemimpinan yang signifikan.
Dalam beberapa jam setelah pengumuman, para penggemar dan pengamat industri cepat menganalisis apa yang tersirat dan tidak tersirat dari kepergian Bond. Pengumuman kepergiannya, bahkan, baru dipublikasikan beberapa jam setelah pernyataan resmi dari bos Microsoft Satya Nadella, Phil Spencer, Asha Sharma, dan Matt Booty yang baru dipromosikan. Ini menimbulkan pertanyaan mengenai waktu dan cara pengumuman tersebut disampaikan.
Menariknya, kepergian Bond justru diumumkan oleh Microsoft dalam pernyataan Phil Spencer sendiri. Bahkan, informasi tersebut diletakkan beberapa paragraf di bawah berita besar mengenai penyerahan tongkat estafet kepada Sharma. Pernyataan dari Nadella, Sharma, dan Booty tidak menyebutkan kepergian Bond sama sekali, menunjukkan adanya perbedaan dalam penyampaian berita tersebut.
Latar Belakang dan Peran Bond di Xbox
Perjalanan karir Sarah Bond Xbox di merek konsol ini dimulai pada tahun 2017, saat ia bergabung sebagai corporate VP of bizdev and partnerships. Dalam perannya tersebut, ia memainkan peran penting dalam pengembangan bisnis dan kemitraan strategis Xbox. Kemudian, ia menjadi corporate VP of game creator experience and ecosystem, yang menunjukkan kontribusinya dalam mendukung para kreator game dan ekosistem Xbox secara lebih luas.
Pada tahun 2022, Bond diangkat sebagai Presiden Xbox, sebuah posisi yang menempatkannya di garis depan dalam strategi dan arah merek tersebut. Selama masa jabatannya, ia telah memimpin Xbox melalui periode-periode krusial, termasuk rencana akuisisi Activision Blizzard pada tahun 2022. Komitmennya terlihat dalam membantu Xbox menavigasi masa-masa perubahan besar dan mempersiapkan bisnis untuk tantangan yang akan datang.
Perubahan Kepemimpinan dan Promosi Asha Sharma
Pergantian kepemimpinan Xbox baru terjadi seiring dengan keputusan Phil Spencer pensiun dari posisinya, sebuah langkah yang juga mengejutkan banyak pihak. Jabatan yang ditinggalkan Spencer kini diisi oleh Asha Sharma, seorang eksekutif dengan latar belakang kuat di bidang teknologi dan komersial dari jabatannya sebagai Presiden Produk CoreAI Microsoft. Promosi Sharma menandai pergeseran strategis dalam fokus kepemimpinan di Xbox.
Perbedaan perlakuan dalam pengumuman kepergian Sarah Bond Xbox dengan promosi Asha Sharma dan pensiunnya Phil Spencer juga menjadi sorotan. Misalnya, Aaron Greenberg, seorang eksekutif veteran Xbox di media sosial, mengungkapkan kegembiraannya atas penugasan Sharma dan ucapan terima kasih panjang kepada Spencer atas pensiunnya. Namun, Greenberg tidak menyebutkan Bond atau kepergiannya, menguatkan kesan perbedaan prioritas komunikasi.
Pesan Perpisahan Sarah Bond
Beberapa jam setelah pengumuman resmi Microsoft, Sarah Bond Xbox akhirnya merilis pesan perpisahannya sendiri melalui LinkedIn. Dalam pernyataan panjangnya, Bond menjelaskan bahwa ia “memutuskan ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mengambil langkah berikutnya, baik secara pribadi maupun profesional.” Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik keputusan pengunduran dirinya tersebut.
Dalam pesannya kepada tim, Bond mengungkapkan rasa bangganya atas apa yang telah mereka bangun bersama selama lebih dari delapan tahun. Ia menyoroti pertumbuhan pesat PC dan cloud gaming, perkembangan konsol Xbox berikutnya, serta upaya untuk menciptakan platform gaming yang lebih terbuka dan menjangkau pemain di seluruh dunia. Bond juga menyebut perannya dalam akuisisi Activision Blizzard sebagai periode penting yang berhasil mereka lalui bersama sebagai satu tim.
Bond menyatakan bahwa era transformasi teknologi saat ini akan membentuk generasi berikutnya dari industri ini, dan ia merasa bersemangat dengan apa yang ada di depan. Ia juga melihat momen ini sebagai peluang unik bagi kepemimpinan baru untuk membimbing tim ke babak berikutnya. Bond telah menghabiskan waktu bersama Asha Sharma dalam beberapa minggu terakhir untuk merencanakan transisi ini dan melihat komitmen mendalam Sharma kepada para pemain, pengembang, dan merek Xbox.
Menurut Bond, Asha Sharma membawa pengalaman teknologi dan komersial yang mendalam, serta rekam jejak yang kuat dalam membangun dan menskalakan platform yang digunakan secara global. Bond percaya bahwa Xbox layak mendapatkan kepemimpinan ini dan ia bersemangat melihat Sharma memimpin babak berikutnya. Sebagai bentuk kelancaran transisi, Bond akan tetap menjabat sebagai Penasihat Khusus untuk Asha Sharma.
Dalam pesannya, Bond juga mengucapkan terima kasih kepada Phil Spencer atas bimbingan dan persahabatannya selama bertahun-tahun, mengakui Spencer sebagai pendukung konsisten bisnis dan orang-orang di baliknya. Ia juga berterima kasih kepada Satya Nadella atas dukungan dan sponsornya selama di Microsoft. Bond mengakhiri pesannya dengan refleksi pada tiga pertanyaan panduan hariannya: “Apakah saya memberikan yang terbaik? Apakah saya membantu orang lain sukses? Apakah saya melakukan pekerjaan terbaik saya?”
Video Terkait
Xbox Shake-Up: Phil Spencer Retires, So Now What?
